Selasa, 23 Maret 2010

ASAM FOLAT

A. STRUKTUR KIMIA
Asam folat (dikenal juga sebagai Vitamin B9, Folic Acid atau Folacin) dan Folat (dalam bentuk alamiahnya) adalah vitamin B9 yang dapat larut di air. Karena larut di dalam air jadi kelebihannya akan dibuang melalui urin. Vitamin B9 sangat penting untuk berbagai fungsi tubuh mulai dari sintesis nukleotid ke remetilisasi homocysteine. Vitamin ini terutama penting pada period pembelahan dan pertumbuhan sel. Anak-anak dan orang dewasa memerlukan Asam Folat untuk memproduksi sel darah merah dan mencegah anemia. Folat dan asam folat mendapatkan namanya dari kata latin folium (daun).
Folasin dan folat adalah nama generik sekelompok ikatan yang secara kimiawi dan gizi sama dengan asam folat. Ikatan-ikatan ini berperan sebagai koenzim dalam transportasi pecahan-pecahan karbon-tunggal dalam metabolisme asam amino dan sintesis asam nukleat. Bentuk koenzim ini adalah tetra hidrofolat.
Berikut ini adalah struktur kimia dari Asam Folat :




Nama Sistematis :(2S)-2-[(4-{[(2-amino-4-hydroxypteridin-6- yl)methyl]amino}phenyl)formamido]pentanedioic acid
Nama Lain : N-(4-{[(2-amino-4-oxo-1,4-dihydropteridin-6-yl)methyl] amino}benzoyl)-L-glutamic acid; pteroyl-L-glutamic acid; Vitamin B9; Vitamin M; Folacin

Identifikasi :
• - Nomor CAS : [59-30-3]
• - PubChem : 6037
• - Nomor RTECS : LP5425000
• - SMILES :
C1=CC(=CC=C1C(=O)NC(CCC(=O)O)C(=O)O)NCC2=CN=C3C(=N2)C(=O)N=C(N3)N
Sifat :
• Rumus kimia : C19H19N7O6
• Massa molar : 441.4 g mol−1
• ¬ Penampilan : bubuk krital berwarna oranye-kekuning-kuningan
• Titik leleh : 250 °C (523 K), decomp.
• Kelarutan dalam air : 0.0016 mg/ml (25 °C)
• Keasaman (pKa) : 1st: 2.3, 2nd: 8.3
Bahan :
• Bahaya Utama : non-toxic, non-flammable
Kecuali dinyatakan sebaliknya, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25°C, 100 kPa)

B. FARMAKOKINETIK
1. Absorbsi
Absorbsi : Pada pemberian oral, absorbsi folic acid baik sekali, terutama di bagian 1/3 proksimal usus halus (jejunum proksimal). Dengan dosis oral yang kecil, absorpsi memerlukan energi (transpor aktif), sedangkan pada kadar tinggi absorbsi dapat berlangsung secara difusi (transpor pasif). Folic acid muncul di plasma darah 15-30 menit setelah pemberian per oral dan T max tercapai setelah 1 jam.
Ikatan Protein : 2/3 dari folic acid yang terdapat dalam plasma darah terikat pada protein yang tidak difiltrasi ginjal.
2. Distribusi
Distribusi : Distribusinya merata ke semua sel dan terjadi penumpukan dalam cairan serebrospinal. Folic acid disimpan oleh tubuh terutama di hepar. Normal total folic acid di serum adalah 5-15 ng/mL, di cairan serebrospinal adalah 16- 21 ng/mL, dan di eritrosit adalah 175 to 316 ng/mL.
3. Metabolisme
Metabolisme : Folic acid dimetabolisme di hepar oleh enzim Catechol O-methyltransferase (COMT) dan Methylenetetrahydrofolate reductase menjadi 7,8-dihydrofolic acid dan 5,6,7,8-tetrahydrofolic acid.
4. Ekskresi
Ekskresi : Lebih dari 90% folic acid diekskresikan di urine dalam bentuk metabolit dan sejumlah kecil diekskresikan di feces. Sebagian besar metabolit muncul di urine setelah 6 jam dan ekskresi lengkap dalam 24 jam. Folic Acid juga dieksresikan melalui air susu ibu.
Interaksi asam folat dengan obta lain
Absorbsi asam folat akan menurun dengan penggunaan kontrrasepsi oral, isoniasid, sikloserin, glutetimid, sulfasazaline dan diperkuat oleh pemberian vitamin C. verja asam folat akan dilatan oleh beberapa preparat antiepilepsi (karbamapezin, fenitoin, barbiturat, primodon). Obat-oba antiepilepsi ini akan menimbulkan deeplesi folat dalam tubuh yang akan mengurangi eliminasi preparat antiepilepsi tersebut, jika simpanan asamm folat dalam tubuh diperbaharui, eliminasi preparat antiepilepsi akan meningkat dan peningkatan ini akan beresiko untuk trjadinya serangan epilepsi. Wanita yang menjalani terapi tersebut harus berkonsulatasi dengan dokter yan gmerawatnya sebelum memulai terapi asam folat, karena pada beberapa kasus, suplemen tersebut dapat menurunkan kadar obat antikonvulsan sehingga pengendalian atas serangan kejang mungkin menjadi menghilang (Stockley, 1999).
Selain asam folat dapat diturunkan absorbsinya, asam folat juga dapat menurunkan absorbsi obat lain. Folic Acid dapat menurunkan efektifitas hydnatoin (ethotoin, fosphenytoin, mephenytoin, pkenytoin) dengan menurunkan konsentrasi serumnya

C. FARMAKODINAMIK
1. Folic acid menurunkan efek dari anticonvulsant golongan barbiturat (phenorbarbital, amobarbital, aprobarbital, butabarbital, butalbital dan sebagainya).
2. Folic acid menurunkan efek obat anti kanker methotrexate yang bekerja menghambat dihydrofolat reductase.
3. Folic acid menurunkan efek obat anti kanker 5-fluorouracil yang bekerja menghambat thymidylate sintase.
4. Folic acid menurunkan efek dari nitrofurantoin, primidone dan pyrimethamine.

D.INDIKASI
Keadaan dengan defisiensi asam folat
E. KONTRAINDIKASI
Kontraindikasi Utama : Pengobatan Anemia Pernisiosa dan Anemia megaloblastik lainnya yang diakibatkan defisiensi vitamin B 12.
Penderita dengan anemia pernisiosa tidak boleh diobati dengan asam folat sebelum diberikan vitamin B12 (karena pada keadaan ini asam folat mungkin hanya menyembuhkan secara hematologik tetapi memperbanyak manifestasi neurologik dan defisiensi vitamin B12). Masalah yang paling sering ditemukan dalam obstatri adalah peningkatan resiko konvulsi pada wanita yang menderita epilepsi (MRC, 1991). Wanita yang beresiko tinggi untuk mengalami anemia pernisiosa harus menjalani pemeriksaan kadar vitamin B12 dalam serum darahnya sesegera mungkin untuk menyingkirkan keadaan yang berpotensi sangat mengganggu kesehatan tetapi dapat diobati. Jika diberikan pada penderita anemia pernisiosa, suplemen asam folat khususnya dengan dosis tinggi akan menutupi tanda dan gejala kelainan yang progresif yang masuk (anemia dan glositis) sehingga degenerasi neurologis yang menyertai kelainan tersebut berlangsung tanpa diketahui (BNF, 2000). Bahaya menutupi gejala anemia pernisiosa ini merupakan salah satu alasan mengapa otoritas kesehatan tidak bersedia untuk melakukan fortifikasi roti dan sereal dengan asam folat. Anemia pernisiosa terutama mengenai wanita dengan usia yang lebih lanjut, tetapi kadang-kadang dapat terjadi pada wanita muda dengan riwayat kelainan ini yang kuat dalam keluarganya.
Sign/Symptom : Gejala anemi megaloblastik dengan gangguan neurologis akibat defisiensi vitamin B12. Kontraindikasi lain yaitu Hipersensitifitas terhadap folic acid.

F. EFEK SAMPING
Efek samping atau reaksi merugikan yang menyertai pemberian asam folat sangt jarang terjadi. Masalah yang paling sering ditemukan dalam obstatri adalah peningkatan resiko konvulsi pada wanita yang menderita epilepsi (MRC, 1991).. Asam folat dapat menimbulkan perubahan warna urin yang tidak berbahaya, yaitu warna urin menjadi kuning.
Efek samping kelebihan asam folat antara lain : nausea, menurunnya nafsu makan, flatulen/kembung kentut, biter / bad taste, insomnia, kesulitan berkonsentrasi serta alergi ringan. Reaksi hipersensitifitas (Anaphylaxis, erythema, skin rash, itching, generalized malaise, rasa berat di dada, swelling pada mulut wajah, bibir dan lidah, kesulitan bernafas akibat bronchospasm).
Efek toksik asam folat yaitu pada dosis lebih dari 100 kali dosis harian yang dianjurkan, folic acid dapat meningkatkan frekwensi kejang pada penderita epilepsi dan memperburuk kerusakan saraf pada orang-orang yang menderita kekurangan vitamin B12. Dengan dosis per oral 15 mg/hari dapat terjadi tanda-tanda anorexia, nausea, abdominal distention, flatulence, biter/bad taste, altered sleep patterns, kesulitan berkonsentrasi, irritability, over activity, excitement, mental depression, confusion, impaired judgment.

G. DOSIS
Bentuk sediaan Folic acid yaitu Tablet dan Injeksi sedangkan posologinya, Tablet 0.4 mg, Tablet 0.8 mg, Tablet 1 mg, Injeksi 5 mg/mL. Folic acid dapat diberikan Per oral, Intravena, Intra muskular, Sub kutan.
Departemen Kesehatan AS, US Department of Health and Human Services, merekomendasikan asupan asam folat sebesar 400 mikrogram per hari bagi semua wanita. Sementara itu, bagi wanita hamil, kebutuhannya semakin tinggi lagi. Ibu yang pernah melahirkan bayi cacat harus mengonsumsi asam folat minimal 1-4 miligram per hari atau 10 kali dosis normal.
Berdasarkan standar internasional, ibu hamil membutuhkan sekitar 600 mikrogram asam Folat per hari atau 50 persen lebih banyak dibandingkan wanita yang tidak hamil. Namun 80 persen asam Folat hilang selama proses pemasakan.
Besarnya kebutuhan asam folat 50-100 µg/hari bagi orang dewasa normal dan untuk ibu hamil berkisar 400 mcg. Konsumsi asam folat aman hingga 1000 mcg.
Untuk membantu mencegah kejadian pertama defek neural tube, kepada semua wanita harus dianjurkan untukk minum suplemen 400 mikrogram asam folat per hari sejak saat mereka berencana untuk hamil (sedikitnya 12 minggu sebelum pembuahan) hingga akhir trimester pertama. Memulai suplementasi sebelum minggu ke tujuh akan memberikan keuntungan yang signifikan ( Ulrich et al, 1999). Wanita yang belum meminum suplemen asam folat ketika menyadari kehamilannya harus segera memulai menggunakan suplemen dan melanjutkan pemakaiannya paling tidak sampai kehamilan minggu ke 12 (BNF, 2000).
Kepada wanita yang mungkin menjadi hamil dan sebelumnya pernah melahirkan seorang anak dengan defek neural tube atau memiliki sanak famili derajat pertama masalah ini harus disarankan minum asam folat ini dengan dosis 5 mg (yang dikurangi menjadi 4 mg jika tersedia preparat yang sesuai) selama periode waktu yang sama (BNF, 2000). Suplementasi asam folat akan disertai dengan kadar feritrin serum serta hemoglobin yang tinggi dan resiko penurunan anemia.(Hindmarsh et al, 2000)
Bagi wanita yang mempunyai masalah dalam hal kepatuhan minum obat, pemberian 5 mg asam folat seminggu sekali dapat dijadikan pilihan lain. (Mathews et al, 1998). Untuk mendapatkan 0,4 mg asam folat dari makanan, wanita ttersebut harus mengkonsumsi delapan gelas jus jeruk atau sepuluh porsi brokoli atau 3 porsi kecambah dan sayuran ini direbus setengah matang (Wald dan Bower, 1995).
Dosis Terapi
Dewasa dan anak-anak: PO/IV/IM/Subcutaneous sebesar 1 mg/hari. Pada kasus resisten mungkin dibutuhkan dosis yang lebih besar. Kecuali pada ibu hamil dan menyusui, jangan berikan dosis terapi lebih dari 0,4 mg/hari hingga kemungkinan anemia pernisiosa telah disingkirkan. Dosis mungkin perlu ditingkatkan pada alcoholism, hemolytic anemia, anticonvulsant therapy atau chronic infection.
Maintenance Dose
1. Dewasa dan anak-anak usia 4 tahun atau lebih : PO/IV/IM/Subcutaneous 0,4 mg/hari.
2. Kehamilan dan menyusui : 0,8 mg/hari
3. Anak-anak dibawah 4 tahun : PO/IV/IM/Subcutaneous 0,3 mg/hari.
4. Bayi : PO/IV/IM/Subcutaneous 0,1 mg/hari.
5. Dosis terapi pada penderita anemia megaloblastik adalah 25O-4O00 µg/hari.
Folic Acid dikatakan berhasil bila kadar hemoglobin mulai meningkat pada minggu pertama, dan anemia secara menyeluruh dapat disembuhkan dalam waktu 1-2 bulan dan dikatakan gagal, bila kadar hemoglobin tidak meningkat dan anemia tetap berlanjut.




sumber:
Jordan, Sue. 2003. Farmakologi Kebidanan. Jakarta: EGC

www.highwire.org

www.id.wikipedia.org

http://bayidananak.com/2009/02/05/kekurangan-asam-folat-pada-ibu-hamil-dapat-menyebabkan-cacat-pada-bayi/

http://www.miisonline.org/2007/11/21/mengenal-asam-folat-folate/

http://www.lusa.web.id/category/askeb-iii-nifas/

http://apotekputer.com/ma/index.php?option=com_content&task=view&id=75&Itemid=1

http://ezcobar.com/dokter-online/dokter15/index.php?option=com_content&view=article&id=282:asam-folat-folic-acid&catid=39:gizi-a-diet&Itemid=54

1 komentar: